CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 27 Desember 2011

Muhammad Ali Lebih Berhemat dengan SMS dan Messenger


Muhammad Ali menjadi sorotan ketika dia memerankan sosok Yusuf Matutu asal Makasar dalam film Garuda di Dadaku 2, Lewat perannya tersebut tentu Ali, begitu panggilan akrabnya, mendapat fokus perhatian tersendiri karena memerankan tokoh yang cukup sentral dalam film tersebut.
Sebelum bermain film Garuda di Dadaku 2, Muhammad Ali pernah bermain di sejumlah sinetron dan FTV. Belum lama ini, Paseban sempat berbincang-bincang mengenai dunia gadget dengan remaja kelas 9 SMP Martia Bakti, Bekasi.
“Saya pertama kali pake handphonewaktu kelas 1 SMP, umur 13 tahun,” cerita remaja berdarah arab ini.
Muhammad Ali menceritakan bahwa saat itu handphone nya adalah Sony Ericsson w900i. Dari sejak dirinya mempunyai handphone hingga saat ini, Ali terhitung sudah 3 kali berganti-ganti handphone. “Yang pertama Sony Ericsson, yang kedua Sony Ericsson lagi, dan yang ketiga yang saya gunakan saat ini adalah BlackBerry Gemini,”
Dalam berkomunikasi, BlackBerry Gemini-nya pun lebih banyak dia gunakan untuk ber-SMS dan Instant Message seperti Messenger, karena itu pula lah kadang Ali dalam sebulan hanya menghabiskan pulsa Rp 5000 saja. Sesekali BlackBerry-nya dia gunakan untuk berkicau di Twitter.
“Pernah suatu kali saya hanya menghabiskan Rp 5000 saja, karena lebih banyak saya gunakan untuk BBM dan SMS, kan gratis, belum lagi operator saya yang menyediakan bonus kirim SMS, jadi saya lebih bisa berhemat,” ucapnya geli.
Sebagai remaja, dirinya sadar bahwa penggunaan gadget memang sangat dibatasi, terutama pihak sekolahnya yang memang melarang membawa handphone saat sekolah. Dirinya mengaku tak pernah sekalipun melanggar peraturan tersebut.
“Ya nggak pernah lah, saya nggak berani bawa handphone di sekolah, jadi ketika saya di sekolah handphone saya di rumah, saya nggak pernah nyolong-nyolong kesempatan kok,” aku remaja berusia 15 tahun ini.
Namun dalam situasi tertentu, menurut Ali, kadang BlackBerry memang sangat diperlukan, karena itu pula BlackBerry kesayangannya tersebut selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
“Tergantung sih, kadang BlackBerry memang sangat diperlukan, tak peduli remaja atau umur berapa, karena memang itu semua kan kebutuhan komunikasi, lagipula di BlackBerry ada fitur messenger yang gratis,” tutupnya.

Alasan Emir Mahira Lebih Suka iPhone dari pada BlackBerry

Jika Anda sudah pernah menonton film Garuda di Dadaku (GDD) tahun 2009 silam, pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan sosok Emir Mahira, pemeran Bayu dalam film tersebut.Paseban berkesempatan berbincang dengan remaja yang akrab dipanggil Emir ini, Sabtu 10 Desember 2011 kemarin, saat Premiere Film Garuda di Dadaku 2 di XXI Bandung Supermall.
Emir Mahira bercerita, setelah kesuksesan film Garuda di Dadaku, banyak tawaran film yang menghampirinya, tak seberapa lama setelah itu, Emir muncul di film Melodi, lalu bermain dengan akting yang luar biasa sebagai anak autis di Film Rumah Tanpa Jendela.
“Sebenarnya nggak ada kesulitan memerankan sosok Bayu di film (GDD), karena karakter Bayu itu mirip sama saya, cuman untuk berperan sebagai Aldo dalam film Rumah Tanpa Jendela, sangat susah karena itu bener-bener pengalaman baru bagi saya, saya sempat punya teman-teman autis, saya bergaul dengan mereka dan saya belajar dari sana,” cerita anak ke-2 dari 3 bersaudara ini.
Lewat Film Rumah Tanpa Jendela dan perannya sebagai anak autis itu pula lah sekaligus membuktikan eksistensi dan kualitas akting Emir sehingga dia berhasil menyabet Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2011, dan mengalahkan aktor senior yakni Alex Komang, Ferdy Tahir, Oka Antara dan Tio Pakusadewo. Sungguh luar biasa bukan?
Walapun Emir Mahira ini sudah bisa dibilang sukses berkarir di Indonesia, namun penyuka sepak bola ini rela rehat sejenak dari dunia entertainment Indonesia. Pertengahan Juni 2010, Emir pindah ke Singapura karena orang tuanya dipindahtugaskan di sana. Mendengar cerita tersebut, Paseban pun makin tertarik dengan cerita Emir, terutama dalam dunia telekomunikasi di Singapura.
“Saya punya handphone pertama waktu kelas 7, hanphone-nya Nokia E71, itu bekas dari ayah saya, heheee..” ucap peraih penghargaan Best Performance di Festival Teheran, Iran 2011 ini.
Gadget yang dimiliki Siswa kelas 9 Internasional School Singapura (ISS) saat ini adalahiPhone 4. Semenjak pertama kali memakai produk Apple tersebut, dirinya mengaku tak ada keluhan atau masalah dengan gadget-nya tersebut. “Saya nyaman-nyaman saja, pakai iPhone 4 enak kok, nggak ada masalah yang berarti,” tambahnya,
Emir memang berbeda dengan remaja seusianya yang mungkin lebih tertarik dengan BlackBerry. Mengenai hal itu, rupanya Emir Mahira punya alasan tersendiri. Menurut remaja yang pernah bersekolah di Sekolah Sepak Bola Arsenal ini, di Singapura hanya segelintir orang yang memakai BlackBerry.
“Remaja di sana banyak yang memakai iPhone, dalam berkomunikasi lewat handphone di sana juga lancar, kalau kirim SMS juga cepet, nggak pernah pending, jadi saya nyaman-nyaman saja dengan gadget dan operator yang saya gunakan sekarang,” tutup Emir ramah.